Salam Message

Belajar Menghargai Kehidupan

Mati,,, mungkin masih merupakan hal yang sangat  menyeramkan bagi sebagian besar manusia.....
Sudah siapkah engkau jika tiba-tiba kematian menjemputmu hari ini?
Apa yang telah engkau persiapkan?

Inilah yang saya fikirkan ketika saya mendapat kabar dari Sahabat saya tercinta
"Semoga engkau diberi ketabahan dan kesabaran" bahwa kakak beliau meninggal hari ini.
Jujur, saya merasa bersalah, hari itu, pagi sekali sahabat saya bilang bahwa kakaknya di rawat di salah satu Rumah Sakit Ternama Di Bandung.

Dilematis sebenernya, disatu sisi saya sedang mencari data untuk skripsi saya, namun di sisi lain saya ingin melihat kakak sahabat saya yang notabene saya kenal dengan beliau. bahkan ketika sya masih di SMA, saya sering bercanda dengan beliau.
"Allahummaghfirlaha warhamha wa"afihii wa'fuanha" 
Semoga Allah menerima iman islamnya. Aamiin.

Akhirnya saya putuskan untuk datang ke Rumah Sakit itu,,, Namun karena informasi tentang dimana beliau dirawat tidak jelas,,, akhirnya saya berputar-putar di sekitar IGD. Karena hari ini sabtu, jadi bagian informasi tutup. Semakin bertambah rasa bingung saya. Saya hanya berharap bisa bertemu dengan salah seorang keluarga beliau..........

Saya tetap tidak menemukannya..
Mungkin Allah memang tidak mengizinkan kami bertemu untuk terakhir kalinya....

Ada cerita menarik bagi saya, yang notabene adalah seorang mahasiswa kedokteran tahun keempat.

Cerita sebelum beliau menjadi tidak sadarkan beberapa hari sebelum Malaikat menjemputnya.....



Begini ceritanya...
5 hari sebelum beliau meninggal, beliau merasakan sakit dibagian perut, namun saya tidak tahu pasti sebelah mana.informasi yang saya dapat, sakitnya di sebelah kanan bawah. kemudian beliau di bawa ke salah satu rumah sakit. dan dari situ dikatakan kemungkinannya beliau gastritis karena keluhan disertai mual dan muntah. Karena gejalanya masih ada, kemudian keluargaya memutuskan untuk membawanya ke dokter lain pada keesokan harinya. dan dari dokter ini beliau diminta untuk melakukan USG karena mungkin ada kecenderungan ke arah appendicitis.

Akhirnya Beliau melakukan pemeriksaan USG di salah satu rumah sakit lain yang berbeda dari rumah sakit pertama. hasil USG memastikan diagnosis dokter yaitu Appendicitis dan beliau harus segera di operasi..

Namun beliau terus menolak.... dan malam harinya beliau dibawa ke rumah sakit tempat diperiksa USG karena dikhawatirkan terjadi dehidrasi disebabkan beliau muntah terus dan tidak ada asupan makanan ke tubuh beliau.

Sampai akhirnya jam 11.00 siang  datanglah dokter memberitahu bahwa beliau akan di operasi jam 13.00, dan dokter mengatakan agar beliau mempersiapkan diri dan tidak tegang....

Mendengar hal itu,,, beliau kaget dan terus menagis menolak untuk dilakukan operasi..... dari cerita teman saya, setelah menagis beberapa lama, beliau kejang- kejang..... dan tak lama kemudian COMA.

Mungkin terjadi Neurogenic Shock..... itu pendapat saya.

Dari cerita ini saya berfikir,,, bagaimana nanti jika saya telah menjadi dokter,,, akankah saya bisa mengetahui kondisi Psikologis pasien saya ketika saya mengatakan sesuatu tentang dirinya?
Apa yang pasien rasakan ketika seorang dokter yang notabene baru bertemu dengannya tiba-tiba memutuskan sesuatu tentang pasien?

Walaupun mungkin telah beriskusi dengan keluarga pasien,,, tetap  pasien juga punya hak untuk tahu keputusan itu dengan tidak memberi tahu secara tiba-tiba.

Dibutuhkan pendekatan personal terhadap pasien agar tahu bagaimana kondisi psikologis pasien.

Seorang dokter tidak hanya melakukan cure tapi juga harus bisa care dengan pasiennya.....

Dari sini saya belajar.... belajar untuk menghargai kehidupan....
0 Responses

Doa

Ya Allah,Terangilah Hati Kami agar semua Kesombongan dibersihkan dan digantikan dengan Cahaya dan Kasih Sayang-Mu

Mengenai Saya

My photo
Seorang plegmatis melankolis yang berusaha untuk menjadi baik dan lebih baik

Search This Blog